Percikan Sayang untuk Para Pejuang Tangguh

Teruntuk Pelaku Usaha DDS & Desainer, Pejuang Tangguh Bangsa di tengah pandemi, 


Assalamulaikum wr. wb. 

Salam sejahtera bagi kita semua…


Seperti diketahui bahwa adanya keadaan darurat nasional menyebabkan pemerintah telah resmi membatalkan kegiatan nasional yang tidak langsung berkontribusi kepada peningkatan ekonomi nasional dimana salah satunya adalah kegiatan pengembangan desain. Sudah sebulan lebih wabah ini berlangsung. Namun situasi berubah cepat. Demi mencegah penularan semakin melebar maka setiap negara wajib melakukan isolasi secara fisik. Akibatnya, seluruh sendi ekonomi berhenti total kecuali usaha yang berhubungan dengan pangan dan kesehatan. Bapak dan ibu sekalian, saya bisa mengerti dan memahami situasi yang terjadi sekarang ini dimana wabah pandemik COVID-19 yang menghantam dunia usaha secara global ini pada akhirnya berdampak ke pengelolaan usaha yang Bapak dan Ibu jalankan sekarang. Tidak sedikit teman-teman sekalian yang kehilangan kesempatan usaha yang berujung pada gulung tikar usaha. Kenyataan ini sangat tragis dan menyedihkan. Usaha yang telah dibangun sejak lama tiba-tiba harus berhenti tanpa tanda-tanda sebelumnya. 


Secara pribadi saya ikut prihatin dan merasakan duka yang mendalam saat Bapak/Ibu sekalian harus kehilangan banyak hal dalam kehidupan karena musibah ini. Bukan hanya kehilangan kesempatan usaha, beberapa Bapak dan Ibu sekalian pasti juga sedang berjuang meraih harapan agar diri dan keluarga mendapat penyokong perut yang cukup. Virus merupakan jasad renik yang tidak terlihat oleh mata, namun daya destruksinya sangatlah menyeramkan. Kecepatan berkembangnya sangatlah menakjubkan dan kemampuannya merusak sel paru-paru sangatlah dahsyat. Manusia yang memiliki imunitas yang rendah merupakan target utama virus ini untuk menduplikasi dan memusnahkannya. Hanya dalam hitungan hari paru-paru dapat kehilangan kemampuannya untuk mengalirkan oksigen dan mengeluarkan karbondioksida dari pembuluh darah dimana hal ini merupakan sistem vital dalam sistem pernapasan manusia. Paru-paru menjadi lembek dan penuh terisi cairan yang pada akhirnya COVID-19 berusaha mencari jalan keluar untuk beranak pinak di tempat lain dengan cara terbang di udara pada saat manusia batuk atau bersin. Tidak heran jika dalam hitungan detik terjadi penularan skala besar pada saat manusia hidup berdekatan dan berdesak-desakan di suatu tempat. Dengan pertimbangan inilah maka kita harus “dicabut” hak berkumpul dan berserikat secara temporer dengan cara mengisolasi diri. 


Adanya pengisolasian ini berakibat kepada dunia usaha yang serta merta mandeg karena semua orang harus berada di rumah masing-masing. Semua kegiatan yang menciptakan perkumpulan menjadi pusat trauma penularan. Siapa pun yang masih berkumpul lebih dari 5 orang bakal diobrak-abrik aparat. Industri berhenti karena tidak ada pekerja. Toko yang menjual bahan non-kebutuhan pokok dipaksa tutup. Pariwisata kehilangan konsumen karena tiada orang yang datang bersenang-senang. Semua kesibukan dan kesenangan berpindah ke rumah tinggal. Yang tidak bisa mengerjakan pekerjaan kantor di rumah maka resikonya adalah kehilangan pekerjaan alias PHK. Dan ini banyak terjadi di lingkungan masyarakat menengah ke bawah. Hanya sektor antar jemput barang yang masih bisa bertahan hidup. Selama manusia masih tidak bisa menahan keinginannya untuk berkumpul maka disitulah virus akan tumbuh subur, beralih dari manusia satu ke manusia yang lain. Bersilaturahmi secara fisik memang merupakan budaya kita, bahkan saya sendiri sering rindu dengan Bapak dan Ibu sekalian untuk kembali berkumpul, bertatap muka dan mendengarkan intonasi suara, hingga gerak-gerik tubuh. Itu semua membuat saya memahami bahwa sebagai makhluk sosial saya membutuhkan figur Bapak dan Ibu semua. 


Namun sekarang Tuhan berkehendak lain. Dia ingin menguji kita dengan cara “mencabut” kebersamaan fisik ini untuk sementara. Kesementaraan ini bisa menjadi sebuah masa yang berkepanjangan entah sampai kapan berakhir selama kita semua tidak bisa menahan diri untuk tidak mengisolasi diri. Saya bisa merasakan apa yang menjadi beban pikiran Bapak dan Ibu sekalian ketika usaha harus mandeg, karyawan dirumahkan, pasar tidak lagi tumbuh, mesin-mesin produksi mangkrak, dengan demikian kegiatan mengembangkan desain pun berhenti total. Tiada lagi yang bisa dilakukan di rumah kecuali mencari cara bagaimana bertahan hidup, cukup makan hari ini dan esok. 


Kita selama ini bersama-sama saling bersinergi dengan desainer dan pemerintah mengembangkan desain dengan usaha keras demi mengangkat citra produk nasional. Namun pada akhirnya, semua ini harus kita kembalikan lagi kepada yang Maha Memiliki Hajat Alam Semesta yaitu Allah SWT. Memulai usaha memang memerlukan dukungan banyak faktor. Bisa jadi semua ini harus memulai dari nol. Bisa jadi memulainya pun tidak lagi menjalankan bisnis di sektor yang sama seperti sebelumnya, namun berbisnis di sektor yang berbeda dan prioritas. Tidak ada yang bisa memberi gambaran sampai kapan musibah ini bakal berakhir. 


Pasti tidak sedikit Bapak dan Ibu sekalian yang sangat khawatir dan kebingungan akan masa depan dan hidup dalam ketidak pastian. Kami pun di lingkungan pemerintahan juga terus berpikir bagaimana strategi pemulihan program kegiatan. Selama ini pemerintah tengah mempersiapkan paket-paket stimulus ekonomi maupun insentif usaha. Namun hingga kini belum ada suatu paket yang benar-benar berpihak kepada kepentingan pengembangan desain. Semua ini sangat terpengaruh dengan ketersediaan APBN dan prioritas pemulihan sektor usaha nasional. Selama ini kita selalu diingatkan bahwa desain merupakan polesan akhir produk yang dapat meningkatkan nilai tambah. Nampaknya pemikiran seperti itu perlu dirubah dalam benak kita sekarang dalam mengembalikan sektor usaha kita beberapa tahun ke depan. 

Desain bukan lagi menjadi bedak pemoles pipi agar berkilat, bisa jadi ke depan desain produk dan kemasan menjadi ujung tombak untuk tampil inovatif dengan kebaruan-kebaruan fiturnya yang dapat menyelesaikan masalah yang lebih mendasar yaitu kesehatan, pangan atau kebutuhan primer-primer lainnya. Inilah saatnya berpikir secara perlahan untuk dapat melompat jauh ke depan kira-kira ide apakah yang dapat memecahkan masalah kehidupan dasar seseorang yang harus mengerjakan banyak hal di rumah. 


Beberapa contoh gaya hidup baru sudah ditunjukkan dalam masa PSBB sekarang ini antara lain: 


1.     Internet menjadi tulang punggung komunikasi.

Semua hal mendadak online. Jaringan komunikasi menjadi langsung secara teks, tukar foto, video call dan pertukaran data melalui hardisk virtual (google drive atau clouds). Alhasil, mulai dari kegiatan belajar, bekerja dan beribadah pun bisa dilakukan dari rumah. Untuk mempermudahnya, mulailah banyak bermunculan desain aplikasi-aplikasi yang menawarkan kemudahan pekerjaan-pekerjaan di atas. Artinya, bisnis yang berbasis informasi teknologi bakal menjadi tren di masa depan. Menurut saya, saatnya Bapak dan Ibu sekalian mulai mengalihkan konsentrasi belajar untuk semakin memahami teknologi informasi yang terkini agar dalam penerapannya nanti tidak gagap teknologi dan siap untuk melakukan kompetisi pasar secara online melalui desain grafis yang interaktif, menarik dan mudah navigasinya. Tidak sedikit juga masa sekarang banyak UKM yang meraup untung melalui Youtube Channel hanya karena sering mengunggah pengalamannya mengembangkan produk di keseharian pekerjaannnya. Semua orang bisa menjadi penyiar untuk dirinya sendiri.


2.     Usaha antar jemput barang menjadi semakin marak.

Dalam rangka menciptakan interaksi tak langsung antara produsen dengan konsumen maka jasa pengiriman barang menjadi aspek vital dalam proses sampainya produk pesanan dengan selamat dan aman ke tangan konsumen. Artinya, akan timbul kebutuhan desain kemasan yang sehat, steril, protektif dan komunikatif. Terutama untuk produk makanan, kesegaran makanan akan berpengaruh terhadap material yang nanti membungkusnya. 


3.     Pekerjaan dilakukan secara sinergis melalui jaringan virtual.

Banyak sekarang para pengusaha bekerja sama dengan desainer atau peneliti untuk bekerja sama dalam pembuatan peralatan kesehatan. Semua pihak tidak pernah bertemu dalam satu lingkungan fisik kecuali saling bertukar data melalui jaringan internet. Desainer mengirimkan berkas desain dan produsen tinggal memproduksi sesuai dengan file yang dikirim. Berkaca dari pengalaman industri garmen dan sepatu yang pindah haluan untuk membuat Alat Pelindung Diri (APD) akhir-akhir ini, maka perlu kiranya Bapak dan Ibu sekalian berpikir untuk tetap bisa memanfaatkan aset-aset produksi yang ada untuk lebih berfokus kepada pengadaan barang atau peralatan yang sifatnya prioritas seperti alat pendukung kesehatan, pengawetan dan delivery makanan, peralatan sekuriti (peralatan perlindungan diri dan rumah dari kejahatan), maupun barang-barang untuk kesenangan diri (produk entertainmen) di rumah melalui kolaborasi dengan pihak lain. Alat-alat seperti 3D printer, CNC dan laser cutting menjadi alat produksi rumahan yang penting.


4.     Pekerjaan rumah bergeser dari pekerjaan wanita menjadi pekerjaan seluruh anggota keluarga.

Pola hidup WFH (Work From Home) yang berkepanjangan pada akhirnya menyadarkan seluruh anggota keluarga bahwa tanggung jawab keluarga tidak bisa bertumpu hanya pada ibu atau istri. Peran serta seluruh anggota keluarga menjadi penting karena rumah sudah ibarat pabrik yang mana siapa pun berada di dalamnya harus sibuk bekerja bahu membahu. Fenomena WFH menciptakan pola budaya baru dimana pekerjaan rumah pada akhirnya harus pula dikuasai oleh anggota keluarga lain. Di sini saya melihat adanya sebuah peluang untuk menciptakan suatu sistem yang memudahkan seseorang untuk dapat terampil dalam mengurus rumah tangga.


5.     Pola hidup berorientasi kesehatan menjadi sangat penting.

Virus Corona selalu tebang pilih dalam mencari mangsanya. Dia akan berkembang di tubuh orang yang imunitasnya rendah. Gamblangnya, kelompok penderita diabetes, darah tinggi, gangguan jantung dan paru-paru dan populasi lansia menjadi incaran rentan dalam proses penularan dan perkembang biakannya. Begitu Presiden Jokowi menunjukkan bahwa kebiasaan mengkonsumsi empon-empon mampu meningkatkan daya tahan (imunitas) tubuh maka tiba-tiba lengkuas, jahe, kunyit dan bahan herbal lainnya menjadi langka di pasaran. Ini pada akhirnya menciptakan ide bisnis baru dalam pengembangan bahan herbal siap saji nan sehat di pasaran. 

Sehat pun juga bermakna bermental yang baik. Mental yang baik membangun rasa kesabaran namun terus melakukan ikhtiar. Tidak mudah panik dan selalu mengutamakan akal sehat dalam mengambil keputusan. Panik justru malah menciptakan kekacauan karena masing-masing menjadi egois karena ketakutan. Dengan demikian, barang-barang yang didesain khusus untuk menciptakan kesibukan dalam mengisi keseharian untuk mengurangi kejenuhan dan kebosanan akan dicari masyarakat. Bisa jadi musik, ibadah, keterampilan kerajinan, hobi dan sebagainya bisa menjadi jalan keluar.


6.     Ketersediaan sumber daya energi yang hemat dan berkelanjutan.

Salah satu hal yang menciptakan ketakutan seseorang adalah ketika hidupnya sangat tergantung dengan pasokan energi terutama listrik dan bahan bakar. Sebagian besar usaha kita masih tergantung akan pasokan bahan bakar untuk sarana transportasi maupun penyokong mesin untuk memasak maupun produksi. Pasokan bahan bakar yang terganggu akan mempengaruhi keberlangsungan usaha apalagi dengan musibah yang tengah berlangsung selama ini entah kapan usianya. Ketergantungan ini pada akhirnya lambat laun akan digantikan sepenuhnya oleh listrik baik yang dipasok oleh PLN maupun generator mandiri melalui panel surya. Listrik semakin menjadi energi utama hingga kendaraan pun akan bertenaga listrik. Harga listrik menjadi murah dan peralatan listrik harus didesain dengan daya rendah seperti penggunaan lampu LED untuk mengganti lampu pijar atau neon. 


7.     Ibadah bersama menjadi kekuatan moral keluarga.

Kegiatan ibadah di rumah sebelumnya hanya berlangsung pada malam hari atau akhir minggu. Saat ini dan nanti, waktu bersama keluarga akan semakin banyak yang berarti kegiatan ibadah bersama menjadi kebiasaan masa depan. Artinya, peluang dalam mengisi kebersamaan keluarga dalam beribadah ini barangkali bisa menjadi inspirasi desain dalam upaya mencari produk yang sesuai dengan kebutuhan religi keluarga. 


Saya yakin belum tentu pemikiran saya di atas dengan mudah diimplementasi oleh teman-teman sekalian menjadi sebuah ide desain yang kemudian menjelma ke dalam produk kreatif. Terus terang kali ini stamina kreatif kita betul-betul diuji untuk dapat mencari jalan keluar bagaimana menyiasati hidup. Cobaan ini seperti memberi isyarat akan perubahan besar dalam kehidupan umat manusia. Gaya hidup baru akan muncul dengan bentuk yang lebih bijak dalam mengelola alam. Alam pada akhirnya akan mencari jalannya sendiri melalui cobaan yang sekarang sedang diberikan oleh Sang Pencipta kepada umat manusia. Marilah kita bersama-sama berdoa dan saling menyemangati serta tak putus berihktiar. Saya kini menyapa Bapak dan Ibu sekalian adalah semata-mata tetap ingin terikat tali emosional silaturahhim. Ini telah terbangun sejak pertama kali saya mengenal Bapak dan Ibu saat perkenalan kegiatan. Bersama dengan tulisan ini secara pribadi saya ingin mendapatkan informasi terkini tentang situasi dan kondisi Bapak dan Ibu sekalian terkait dengan usaha yang selama ini telah kita jalin bersama. Informasi ini penting sekali sebagai identifikasi agar dapat dipakai sebagai informasi up to date yang dapat dipakai sebagai landasan pemerintah dalam upaya melakukan langkah aksi pemulihan ekonomi industri di lingkungan pelaku usaha mitra kementerian.  


Semoga kita semua senantiasa berada di bawah lindunganNya dan dapat melewati masa-masa sulit ini dengan lancar. Tetap di rumah, jaga jarak dengan sesama, tetap berkomunikasi via media sosial, kedepankan nalar dan bersabar. 


Wassalamualaikum wr. wb.


April 2020

Salam hangat dalam genggaman tak bersentuhan,

– R – 

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!