24 Agustus 2021, pk. 19.47
Berita whatsApp (WA) dari salah seorang desainer membuatku lemas. Setengah ga percaya, pelan2 aku merunut kata demi kata pada informasi yang tertera. Berita tentang undangan acara doa bersama melalui virtual untuk kesembuhan Andar Bagus yang dimulai 19.30 malam itu.
Andar Bagus Sriwarno, terbaring lemah tak berdaya akibat penyakit cancer pankreas yang dideritanya dan memulai rangkaian tindakan medis sejak Maret 2021. Namun, dengan kondisi tubuh yang sudah tidak mampu menerima asupan obat-obatan dan makanan membuat tim Medis terpaksa menghentikan seluruh proses pengobatan pada hari itu.
Doa bersama malam itu dihimpun oleh seluruh sahabat untuk mengharapkan keajaiban dari Tuhan bagi tubuh yang terus menerus susut berat badannya dengan berbagai alat bantu yang melekat ditubuhnya. Kuikuti acara virtual dengan khusyu’ sampai selesai. Dari semua yang hadir beberapa rekan dan sahabat memberikan ucapan semangat dan motivasi, bahkan ada yang sampai meminta earphone yang sedang digunakan oleh rekan kerjanya di ruang perawatan RS untuk didekatkan ke telinga pak Andar supaya bisa didengar langsung apa yang akan disampaikan. Dalam bisikan itu, temannya menyampaikan bahwa dia mengingatkan akan jadwal dalam waktu dekat pada tanggal 27, berharap bisa bersama lagi untuk memberikan ilmu tentang Kekayaan Intelektual. Selain itu juga diingatkan lagi tentang beberapa rencana mereka yang masih belum selesai supaya memotivasi untuk berjuang melawan penyakitnya.
24 Agustus 2021, pk. 00.13
berita yang menghujam dada, membuat limbung dan termangu masih tak percaya kuterima dalam sebuah pesan singkat melalui WA:
Innalillahi wainna ilahi raaji’uun…
Saudara kita Andar sudah pergi ke rahmatullah 24 Agustus 2021, pk. 23.27. Mohon agar perjalanan & ampunan dilapangkan Allah untuknya. Tempat terbaik untuk sahabat terbaik…
Aku hanya terdiam, mencoba memahami kenyataan meskipun bingung, sedih, ga percaya campur aduk tapi tanpa air mata dan terlelap di pk. 03.30 pagi dalam kelelahan berpikir antara percara ga percaya.
25 Agustus 2021, pk. 06.51
berita rencana pemakaman yang berangkat dari rumah duka di bilangan Cigadung Selatan menuju Masjid Salman – ITB untuk disholatkan. Dilanjutkan dengan rencana menuju ke pemakaman pk. 10 pagi untuk dimakamkan pk. 10.30. Bagi para pelayat yang ingin menyampaikan rasa turut berduka cita, disarankan untuk datang ke masjid Salman dengan prokes yang ketat.
25 Agustus 2021, pk. 07.13
berita prosesi pemakaman pk. 09.00 yang akan disiarkan secara online akhirnya kuterima. Lagi-lagi kuikuti prosesnya mulai dari menyolatkan jenazah, memasukkan jenazah ke ambulan sampai tiba di pemakaman dan menuju tempat peristirahatan terakhir. Sepatah kata yang di haturkan oleh sahabat menutup prosesi pemakaman pagi itu. Akupun kembali menjalankan aktifitas dengan kondisi kurang istirahat.
25 Agustus 2021, pk. 17.03
incoming call dari anak magang yang sekarang sudah menjadi PNS di salah satu dinas di daerah Sumatera membuat tangis yang pecaaahhhhh…. Karena begitu banyak hal yang bisa di ingat, di ceritakan, berbagi kisah indah dalam mengenang pak Andar. Tentang keinginannya untuk bisa membawa anak magang ini mendapatkan beasiswa S2 Desain di ITB yang tidak disambut antusias karena anak magang ini merasa belum memiliki keinginan besar untuk melanjutkan studi. Tentang pak Andar yang satu-satunya narasumber yang tetap hadir dari 4 narasumber yang diundang pada acara kampusnya anak magang ini karena ada masalah personal dengan pihak tempat dia menempuh Pendidikan. Pak Andar tetap datang meskipun sudah diinformasikan bahwa acara tersebut mengalami masalah internal. Menurut beliau, masalah tersebut tidak ada hubungannya dengan kehadirannya sebagai narasumber.
Dan mengalir pula semua kesedihan yang kutahan dan air mata susah payah kutahan sejak mendengar dan menyaksikan kepergiannya ini. Nangis sejadi-jadinya. Tak kuat hati ini menahan semua perasaan kehilangan yang mendadak dan tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Dia yang sejak awal selalu santun, menghargai siapapun dari kalangan manapun dengan tutur kata yang sederhana, bersahaja, cerdas dan jenaka. Dia yang merelakan waktunya untuk berbagi ilmu, pikiran dan tenaga untuk semua hal tentang desain, membuat semua program yang di garap terasa lebih mudah, sistematis dan bermanfaat.
26 Agustus 2021, pk. 13.00
waktunya aku tampil menjadi narasumber pada salah satu program BUMN mewakili Lembaga tempat aku bekerja. Acara berjalan lancar dan berbagai pertanyaan yang begitu antusias disampaikan para peserta pilihan yang sudah terkurasi menjadi 3 kategori bisnis, Fesyen, Craft dan Wellness. InsyaAllah baik peserta maupun penyelenggara senang. Meskipun hatiku masih berduka tapi seperti pak Andar, akupun selalu berprinsip tidak akan pernah membagi duka kepada publik. Dia telah memilih waktu berpulang 23 Agustus malam hari supaya aku bisa menumpahkan tangis sehari sebelum tampil. Supaya ketika tampil emosiku sudah lebih stabil. Ya Allah… semoga ini hanya penafsiranku…
Aku pun tersentak manakala pada acara doa bersama di malam menjelang dia dijemput sang khalik, pak Dekan dalam sambutannya menyatakan keheranannya saat mendapatkan permintaan dari pak Andar tentang keinginannya untuk mengurus kenaikan pangkat dan pernyataan itu kembali diulang pada saat pembacaan riwayat semasa hidup dengan segala prestasi. Aku merenung… flashback dari perbicangan yang pernah kuutarakan bahwa aku baru saja mendapat kenaikan pangkat yang 1 tingkat lebih tinggi darinya. Saat itu aku sampaikan bahwa dia yang harusnya lebih tinggi dari aku karena aku adalah anak didiknya, asuhannya, muridnya, yang banyak sekali belajar tidak hanya tentang ilmu desain tetapi juga tentang makna kehidupan. Tak disangka barangkali ini juga yang menjadi semangatnya untuk mengurus kenaikan pangkat yang seharusnya sudah bisa di proses sejak lama tetapi entah kenapa enggan dia lakukan. Justru pada saat dia sedang berjuang melawan penyakitnya malah proses pengurusan pangkat itu diajukan. Ya Allah… semoga ini hanya penafsiranku…
27 Agustus 2021, pk. 18.41
Aku mulai menulis ini, secara perlahan, untuk mengurai kejadian saat-saat terakhir kepergiannya. Kesedihan yang terus menerus menghantam ini membuat aku letih untuk membagi antara bekerja professional dengan perasaan duka kehilangan yang sangat dalam. Membuat aku harus bisa me-release perasaan secara positif dengan menuangkan seluruh perasaan yang membuncah melalui media ini.
Perjuangannya yang harus terhenti setelah melakukan kemo ke-7. Berkali-kali transfusi darah yang juga cukup langka karena memiliki golongan darah AB, Andar Bagus… begitu selalu dia membercandai jenis golongan darahnya yang kebetulan sama dengan initial namanya. Semua rangkaian yang dirasakan hingga akhirnya kini insyaAllah sudah tidak merasakan sakit lagi. ya, semuanya harus di ikhlaskan supaya saling mendapatkan hikmah yang akan menjadi bekal kehidupan yang abadi nanti.
Sang Penyanyi
Mengingat pak Andar, secara tak langsung mengingat tentang negri Sakura tempat alm. menempuh S3 di Chiba University. Meskipun membutuhkan perpanjangan waktu belajar karena sempat terlena dengan berbagai kegiatan terutama melantunkan lagu-lagu Jepang yang disupport oleh para ibu-ibu Jepang yang juga memberikan kesempatan untuk mengikuti berbagai ajang kontes menyanyi. Tak heran jika banyak lagu-lagu Jepang yang sangat piawai dinyanyikan. Tak heran juga kepiawaiannya menyanyi merupakan bakat yang diturunkan alm mamanya yang juga seorang bintang radio RRI pada zamannya. Semua lagu yang dibawakan enak didengar. Tapi yang paling nyesss adalah lagu Sen no Kaze ni Natte. Lagu ini begitu sempurna mendarat di hati. Begitu dalam maknanya, begitu menyayat hati tatkala mendengarkan lagu ini saat orangnya baru saja berpulang menghadap sang illahi.
Dan bagi yang ingin mendengarkan suaranya dapat mengunjungi link ini :
Lirik yang menceritakan tentang kematian. Seperti ini liriknya…
千の風になって
Sen no Kaze ni Natte
Aku Menjadi Seribu Angin
私のお墓の前で泣かないでください
Watashi no ohaka no mae de nakanaide kudasai
Janganlah menangis di depan makamku
そこに私はいません
Soko ni watashi wa imasen
Disana tidak ada aku
眠ってなんかいません
Nemutte nanka imasen
Aku tidaklah tidur
千の風に。。千の風になって
Sen no kaze ni… Sen no kaze ni natte
Seribu angin… Aku menjadi seribu angin
あの大きな空を吹き渡っています
Ano ooki na sora o fukiwatatte imasu
Yang berhembus melintasi langit luas
秋にを光になって
Aki ni o hikari ni natte
Aku menjadi cahaya di musim gugur
畑に降り注ぐ
Hatake ni furi sosogu
Yang bercucuran di ladang
冬はたいへんのようにきらめく雪になる
Fuyu wa taihen no you ni kirameku yuki ni naru
Aku menjadi salju yang berkilauan di musim dingin
朝は鳥になって
Asa wa tori ni natte
Aku menjadi burung di pagi hari
あなたを目覚めさせる
Anata o mezamesaseru
Yang membangunkan tidurmu
夜は星になって
Yoru wa hoshi ni natte
Aku menjadi bintang di malam hari
あなたを見守る
Anata o mimamoru
Yang menjaga dan memperhatikanmu
私のお墓の前に泣かないでください
Watashi no ohaka no mae de nakanaide kudasai
Janganlah menangis di depan makamku
そこに私はいません
Soko ni watashi wa imasen
Disana tidak ada aku
死んでなんかいません
Shinde nanka imasen
Aku tidaklah mati
千の風に。。千の風になって
Sen no kaze ni.. Sen no kaze ni natte
Seribu angin.. Aku menjadi seribu angin
あの大きな空を吹き渡っています
Ano ooki na sora o fukiwatatte imasu
Yang berhembus melintasi langit luas
あの大きな空を吹き渡っています
Ano ooki na sora o fukiwatatte imasu
Yang berhembus melintasi langit luas
Yaa… kau tidak mati, kau menjadi seribu angin yang berhembus melintasi langit luas, menjadi cahaya di kegelapan, membuat kehangatan di musim dingin, membuat teduh di saat terik, menjadi apapun yang siap melindungi siapapun yang membutuhkan. Yang tidak mati adalah jiwa dan semangat yang telah kau tanamkan kepada murid-muridmu, handai taulan dengan segala ilmu dan tauladan yang kau tunjukkan. Semoga menjadi bahan renungan kita, pengingat kita, bahwa segala sesuatu yang terjadi hanya atas kehendakNya.
30 Agustus 2021, 00.42
Hari ini, tepat 51 tahun lalu engkau dilahirkan ke bumi dari pasangan Nyonya Ani dan Tuan Darman (Andar = Ani-Darman), namun 6 hari lalu kau telah berpulang. Segala amal perbuatan dan kenangan yang telah kau berikan akan selalu melekat di hati. Terimalah tulisan ini sebagai hadiah dihari kelahiranmu. Bentuk penghargaan dalam kenangan yang indah atas segala bentuk perhatian baik waktu, pikiran dan dukungan selama ini. Kuabadikan dalam sebuah catatan sederhana. Doaku dan keluarga serta para sahabat untuk seorang Guru, Komedian, Penyanyi, Cendikiawan, Desainer, Sahabat, Kakak, Ensiklopedia berjalan, panutan dan kebanggaan Indonesia,
Semoga diberikan tempat yang paling mulia disisiNya. Selamat bertemu kembali dengan orang-orang yang menyayangi dan mencintaimu yang telah menunggumu di surga. InsyaAllah… Aamiin
Alfatihah…
– R –

Insya Allah pak andar husnul khatimah, sakitnya penggugur dosa beliau, Alfatihah
Aamiin… terimakasih pak Mun.
salam sehat dan bahagia untuk semua teman2 di Aceh…
Gajah mati meninggalkan gading
Manusia mati meninggalkan kebajikan
Itulah warisan pak Andar Guruku sepanjang hayat…
Alfatehah…
Aamiin… terima kasih ya, kak.
InsyaAllah semua muridnya mewarisi sikap santun dan bijak yang diajarkan Beliau semasa hidupnya.
Smga beliau husnul khotimah, Beliau org yg tak pernah mengeluh smp akhir hayatnya, sy sbg adik kandung amat sangat berterima kasih kpd rekan2 sesama dosen/ mahasiswa yg tlh membantu alm slm masa hidupnya… Mohon dimaafkan apabila beliau ada kesalahan2 … Beliau sbg panutan hidup sy slma ini, pengganti ke2 orang tua sy yg jg sdh tiada, tiada ucapan selain berterima kasih kpd semuanya tdk terkecuali siapapun itu … TERIMA KASIH …
Iya mbak Feny,
Saya bersyukur diberi kesempatan untuk kenal Beliau dan belajar banyak dari kebersahajaannya dalam bersikap.
Salam hangat untuk kedua ponakan pakde Andar yang sekarang sudah beranjak remaja.
Pak Andar, terima kasih telah menjadi bagian dalam sejarah kehidupan saya dalam belajar, membimbing saya dalam skripsi dan tesis. saya bangga pernah menjadi mahasiswa Bapak.